Welcome to My BLOG to SHARE ALL THINGS

Welcome to Learning n Sharing
Tampilkan postingan dengan label WONG TUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WONG TUA. Tampilkan semua postingan

Kadang kita tak mengerti apa yang dilakukan ayah pada kita serasa membuat kita kesal, terkekang dan membosankan, kadang kita merasa sebel dan mangkel dengan beliau dan jenuh mendengar ocehan beliau, apapun yang beliau lakukan sebenarnya adalah demi kasih sayang beliau pada kita. kita belum bisa memahaminya. Suatu hari nanti disaat posisi kita menjadi orang tua mungkin kita baru bisa mengerti kenapa dulu ayah lakukan itu pada saya.

Video berikut menggambarkan betapa kasih sayang seorang AYAH.....




UNTUKMU, IBU



Kuuntai helaian doa ini untukmu, Ibu...

disaat aku tak bisa bersamamu,
ku harap doa ini mampu mewakili hadirku untuk menjagamu
dan ku harap Tuhan mendengar ingin kita
dan mengabulkan pinta di sela airmataku

Ibu,
tak ada yang lebih aku inginkan saat ini selain melihat senyummu
satu senyum bahagia saat kau kembali mampu menatap indahnya dunia
aku selalu membayangkan dan menunggu waktu itu
semoga saja besok, atau secepatnya

Ya Allah,
berikanlah hanya kebahagiaan untuk ibuku
jangan ada lagi air mata, jangan ada lagi keluh kesah
Berikan yang terbaik untuknya
Aku percaya, keajaibanMu akan datang pada saat yang indah
Amiin...

Mom, love You so much...


SUMBER : http://ratna-punya-blog.blogspot.com/

Aku Mencintaimu Istriku "SELALU"

Diposting oleh Agus Faurizan 0 komentar

بسم الله الرحمن الرحيم
 
Kendati dirinya telah keliling dunia, bahkan hampir tidak ada negara baru di dalam peta yang belum disinggahinya, dan karena terlalu sering naik pesawat terbang sehingga terasa seperti naik mobil biasa, namun tidak buat istrinya, ia belum pernah naik pesawat terbang sekalipun kecuali pada malam itu.

Hal itu terjadi setelah beberapa tahun pernikahan mereka. Ya, perjalanan dari Dahran ke Riyadh dengan adiknya yang orang desa tapi bersahaja, yang merasa dirinya harus menyenangkan hati kakaknya dengan semampunya.

Ia membawa wanita itu dengan mobil bututnya dari Riyadh menuju Dammam. Pada waktu pulang, wanita itu berharap kepadanya agar ia naik pesawat terbang. Wanita itu ingin naik pesawat terbang sebelum meninggal. Ia ingin naik pesawat terbang yang selalu dinaiki Khalid, suaminya, dan yang ia lihat di langit dan di televisi.

Sang adik mengabulkan keinginannya dan membeli tiket untuknya. Ia menyertakan putranya sebagai mahramnya. Sementara ia pulang sendirian dengan mobil sambil diguncang oleh perasaan dalam mobilnya.

Malam setelah perjalanan itu Sarah tidak tidur, melainkan bercerita kepada suaminya, Khalid, selama satu jam tentang pesawat terbang. Ia bercerita tentang pintu masuknya, tempat duduknya, penerangannya, kemegahannya, hidangannya, dan bagaimana pesawat itu terbang di udara.

Terbang!! Ia bercerita sambil tercengang. Seolah-olah ia baru datang dari planet lain. Tercengang, terkesima, dan berbinar-binar. Sementara suaminya memandanginya dengan perasaan heran. Begitu selesai bercerita tentang pesawat terbang, ia langsung bercerita tentang kota Dammam dan perjalanan ke sana dari awal sampai akhir. Juga tentang laut yang baru pertama kali dilihatnya sepanjang hidupnya. Dan juga tentang jalan yang panjang dan indah antara Riyadh dan Dammam saat ia berangkat.

Sedangkan saat pulang ia naik pesawat terbang. Pesawat terbang yang tidak akan pernah ia lupakan unuk selama-lamanya. Ia berlutut seperti bocah kecil yang melihat kota-kota terbesar untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Ia mulai bercerita kepada suaminya dengan mata yang berbinar penuh ketakjuban dan kebahagiaan. Ia melihat jalan raya, pusat perbelanjaan, manusia, batu, pasir, dan restoran.

Juga bagaimana laut berombak dan berbuih bagaikan onta yang berjalan. Dan bagaimana ia meletakkan kedua tangannya di air laut dan ia pun mencicipinya. Ternyata asin… asin. Pun, ia bercerita bagaimana laut tampak hitam di siang hari dan tampak biru di malam hari. “Aku melihat ikan, Khalid! Aku melihatnya dengan mata kepalaku. Aku mendekat ke pantai. Adikku menangkap seekor ikan untukku dengan sesuatu, tapi aku kasihan padanya dan kulepaskan lagi ke air.

Ikan itu kecil dan lemah. Aku kasihan pada ibunya dan juga padanya. Seandainya aku tidak malu, Khalid, pasti aku membangun rumah-rumahan di tepi laut itu. Aku melihat anak-anak membangun rumah-rumahan di sana. Oh ya, aku lupa, Khalid!” ia langsung bangkit, lalu mengambil tasnya, dan membukanya.

Ia mengeluarkan SEBOTOL PARFUM kecil dan memberikannya kepada sang suami. Ia merasa seolah-olah sedang memberikan dunia. Ia berkata, “Ini hadiah untukmu dariku. Aku juga membawakanmu SANDAL untuk kau pakai di kamar mandi.”

Air mata hampir menetes dari mata Khalid untuk pertama kali. Untuk pertama kalinya dalam hubungannya dengan Sarah dan perkawinannya dengan sang istri. Ia sudah berkeliling dunia tapi tidak pernah sekalipun memberikan hadiah kepada sang istri. Ia sudah naik sebagian besar maskapai penerbangan di dunia, tapi tidak pernah sekalipun mengajak sang istri pergi bersamanya. Karena, ia mengira bahwa wanita itu bodoh dan buta huruf. Apa perlunya melihat dunia dan bepergian? Mengapa ia harus mengajaknya pergi bersama?

Ia lupa bahwa wanita itu adalah manusia. Manusia dari awal sampai akhir. Dan kemanusiaannya saat ini tengah bersinar di hadapannya, sedang menghunjam nuraninya dan bergejolak di dalam hatinya. Ia melihat istrinya membawakan hadiah untuknya dan tidak melupakannya.

Betapa besarnya perbedaan antara uang yang ia berikan kepada istrinya saat ia berangkat bepergian atau pulang, dengan hadiah yang diberikan sang istri kepadanya dalam perjalanan satu-satunya yang dilakukan sang istri. Bagi Khalid, sandal pemberian sang istri itu setara dengan semua uang yang pernah ia berikan kepadanya.

Karena uang dari suami adalah kewajiban,
sedangkan HADIAH adalah sesuatu yang lain.

Ia merasakan kesedihan tengah meremas hatinya, nuraninya tergores saat melihat wanita yang penyabar itu. Wanita yang selalu mencuci bajunya, menyiapkan piringnya, melahirkan anak-anaknya, mendampingi hidupnya dan tidak tidur saat ia sakit. Wanita itu seolah-olah baru pertama kali melihat dunia. Tidak pernah terlintas di benak wanita itu untuk mengatakan kepadanya, “Ajaklah aku pergi bersamamu!” Atau bahkan, “Mengapa ia tidak pernah bepergian?” Karena ia adalah wanita miskin yang melihat suaminya di atas karena pendidikannya, wawasannya, dan kedermawanannya.

Tapi ternyata bagi Khalid, semua itu kini menjadi hampa, tanpa rasa dan tanpa hati. Ia merasa bahwa dirinya telah memenjara seorang wanita yang tidak berdosa selama sekian tahun yang hari-harinya berjalan monoton.

Kemudian, Khalid mengusap matanya untuk menutupi air matanya yang nyaris tak tertahan. Dan ia mengucapkan satu kata kepada istrinya. Satu kata yang diucapkannya untuk pertama kalinya dalam hidupnya dan tidak pernah terbayang di dalam benaknya bahwa ia akan mengatakannya sampai kapan pun. Ia berkata perlahan kepada istrinya, “Aku mencintaimu Istriku.........sungguh aku mencintaimu.” Ucapan tulus yang keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam sembari menahan gemuruh didalam dadanya.

Kedua tangan sang istri berhenti membolak-balik tas itu. Mulutnya pun berhenti bercerita. Ia merasa bahwa dirinya telah masuk ke dalam perjalanan lain yang lebih menakjubkan dan lebih nikmat daripada kota Dammam, laut, dan pesawat terbang. Yaitu, perjalanan cinta yang baru dimulai setelah sekian tahun menikah. Perjalanan yang dimulai dengan satu kata. Satu kata yang jujur. Ia pun menangis tersedu-sedu.
 
SUMBER : http://situslakalaka.blogspot.com/2011/12/aku-mencintaimu-istriku.html

Keluh Kesah Wanita Yang Ternoda

Diposting oleh Agus Faurizan 0 komentar

بسم الله الرحمن الرحيم
 
Aku tidak tahu mengapa aku terenyuh setiap kali membaca kisah ini; kisah yang masih kusimpan sejak lama dalam tumpukan kertas-kertasku yang berserakan.

Kisah nyata yang lama ini sungguh menggambarkan sebuah penderitaan yang dialami pelakunya dan menjelaskan tentang akhir kisah yang sebenarnya tidak perlu diherankan oleh orang yang pandai "MEMBACA"

Sungguh kisah ini sangat berbekas, kesedihan dan kegalauan ada dari segala sisinya. Dan sebesar kadar kesedihan itulah kadar pelajaran yang dapat diambil oleh siapa saja yang masih menjaga kehormatan yang sesungguhnya. Si pemilik kisah ini menceritakan kisahnya kepada team situslakalaka sebagai berikut:

2 tahun yang lalu aku tinggal disebuah rumah dimana kami bertetangga dengan seorang wanita yang bisa dibilang sangat cantik. Begitu menggebu-gebunya hatiku padanya hingga membuatku tidak sanggup untuk bersabar. Kucoba berbagai macam cara agar hatiku bisa sampai kesana, namun aku tak kunjung bisa.

Hingga aku menemukan sebuah celah yang dengan celah itu aku berhasil merebut hatinya bahkan lebih dari itu, di hari yang sama aku bahkan bisa merenggut kehormatannya. Celah yang sebenarnya hanya akal-akalanku saja, ya....hanya dengan JANJI MENIKAHINYA saja aku sanggup mendapatkan semuanya itu (maka dari itu hati-hati kau GADIS!).

Ketika tidak lama kemudian aku mengetahui bahwa sang gadis itu telah mengandung janinku. Itu membuatku sangat khawatir: “Apakah aku harus memenuhi janjiku untuk menikahinya atau aku putuskan saja cintanya?”

Tapi aku lebih memilih yang kedua. Aku meninggalkan rumah di mana ia biasa mengunjungiku. Dan setelah itu, aku tidak pernah tahu lagi kabar tentangnya sedikit pun…

Bertahun-tahun lamanya kejadian itu berlalu. Suatu hari, aku menerima sepucuk surat darinya. Di dalam surat itu, ia menuliskan :

“Andai saja aku bermaksud untuk mengulang kembali masa yang telah lalu atau cinta lama, maka aku tidak akan pernah menuliskan sebaris pun bahkan satu huruf pun. Karena aku yakin bahwa janji seperti janjimu yang khianat dan cinta seperti cintamu yang palsu, sama sekali tidak layak membuatku bahagia, sehingga aku tidak perlu mengenangnya atau membuatku sedih sehingga aku harus mengulangnya kembali. Sesungguhnya engkau tahu, ketika engkau pergi meninggalkanku, di dalam diriku ada api yang sedang menyala dan janin yang sedang bergerak. Namun engkau sama sekali tak mempedulikannya.

Engkau lari meniggalkanku, agar engkau tidak menanggung beban moral melihat kedurjanaan yang engkau lakukan. Agar engkau tidak membebani dirimu untuk menghapus airmata yang engkau alirkan. Maka setelah itu semua, apakah aku akan menganggapmu sebagai seorang PRIA TERHORMAT ??!!

Tidak! Bahkan untuk menganggapmu sebagai seorang manusia saja aku tidak sanggup. Karena tidak ada satu pun watak kebinatangan melainkan engkau kumpulkan dalam dirimu. Intinya engkau hanya memandangku sebagai jalan untuk memuaskan dirimu. Dan ketika engkau mendapat kesempatan berdekatan dengan tubuhku, engkau pun melakukannya. Andai bukan karena itu, engkau tidak akan pernah mengetuk pintuku dan tidak melihat wajahku.

Engkau mengkhianatiku dan engkau telah menjanjikan sebuah pernikahan. Namun engkau mengingkarinya dan pergi karena tidak mau menikahi seorang wanita jahat yang tak mempunyai nilai. Padahal kejahatan dan kehinaan itu tidak lain adalah perbuatan tangan dan kejahatanmu sendiri.

Kamu tahu, seandainya bukan karena engkau, aku tidak akan menjadi seorang wanita jahat dan hina. Aku telah berusaha menolakmu, namun engkau tetap berusaha hingga aku jatuh bagai seorang anak kecil di hadapan orang besar yang sangat kuat.

Engkau telah mencuri kehormatanku hingga menjadi jiwa yang hina, yang hatinya akan selalu bersedih. Aku merasa betapa beratnya beban kehidupan dan betapa lambatnya kematian datang dalam kehidupanku.

Yah, kenikmatan hidup apa lagi yang akan dirasakan oleh seorang wanita yang tidak bisa lagi menjadi seorang istri bagi seorang pria dan menjadi seorang ibu bagi seorang anak?

Bahkan tidak mampu lagi untuk hidup dalam masyarakat manusia, kecuali dengan menundukkan kepala, memejamkan mata dan meletakkan tangan di dagunya. Tubuhnya gemetar karena trauma dengan gangguan orang-orang yang suka melecehkan.

Engkau merampas ketenanganku karena akibat peristiwa itu, aku terpaksa harus meninggalkan ‘istana kecil’ dimana dahulu aku menikmati semuanya dalam dekapan ayah dan bundaku.

Aku harus meninggalkan semua kelapangan dan kehidupan yang membahagiakan itu menuju rumah yang kecil di sebuah lingkungan yang sangat terpencil. Tidak ada yang mengenalnya. Dan tidak ada yang sudi mengetuk pintunya. Disana aku menghabiskan sisa-sisa kehidupanku yang kelam.

Engkau telah membunuh ayah dan ibuku. Aku hanya tahu bahwa mereka berdua telah meninggal. Dan aku yakin mereka berdua meninggal tidak lain karena sedih telah kehilanganku dan putus asa untuk berjumpa denganku…

Engkau telah membunuhku karena kehidupan pahit yang kuteguk dari gelas yang engkau sodorkan. Dan kesedihan panjang yang kualami karenamu benar-benar telah mencapai puncaknya dalam diri dan jiwaku. Kini, aku hanya tergolek di atas ranjang bagai seekor lalat yang terbakar, yang nafas demi nafasnya berangsur-angsur sirna.

Maka engkaulah si pendusta dan penipu, pencuri dan pembunuh. Dan aku yakin Allah tidak akan membiarkanmu tanpa mengambil apa yang menjadi hakku darimu.

Aku menulis surat ini padamu bukan untuk memperbaharui kembali janji itu. Aku menulis surat ini bukan karena rindu, karena engkau jauh lebih hina bagiku untuk mendapatkan itu.

Kini aku telah berada di ambang pintu. Tidak lama lagi mengucapkan selamat tinggal kepada seluruh kehidupan dunia, yang baik maupun buruknya, bahagia maupun susahnya. Aku tidak lagi punya harapan tentang cinta. Tidak ada lagi kelapangan waktu untuk memperbaharui janji…

Aku menulis ini untukmu karena aku menyimpan sebuah titipan milikmu. Ia adalah anak gadismu. Maka jika Dzat yang telah menghilangkan rasa kasih dari hatimu itu masih menyisakan kasih sayang seorang bapak dalam dirimu, maka segeralah temui ia, ambil dan jagalah ia di sisimu, agar ia tidak merasakan kemelaratan seperti yang dirasakan ibunya sebelumnya…”

tertanda
Orang yang pernah kau khianati.

Benar-benar kalimat yang memilukan dan menyayat hati. Sesungguhnya kisah seperti ini dan yang semisalnya adalah hasil dan akibat dari ketidak harmonian yang kita alami. Akibatnya, lahirlah problem seperti itu yang membutuhkan pemecahan dalam waktu yang sangat panjang…

Seorang pria berusaha menaklukkan seorang wanita, dan untuk itu ia menyiapkan segala sesuatunya; janji yang dusta. perkataan yang manis, dan muslihat yang memikat. Hingga akhirnya, ia berhasil mengelabui dan menaklukkannya lalu mengambil hal yang paling berharga yang ia miliki, pria itu pun menepiskan tangannya dan mengucapkan selamat tinggal padanya untuk tidak bertemu kembali selamanya…

Saat itulah, sang wanita akan terduduk di sudut rumahnya untuk menangisi dan meratapi nasibnya. Berurai airmata yang terus mengalir di pipinya, sembari menyandarkan kepalanya di atas tangan. Ia tidak tahu hendak kemana? Tak tahu apa yang akan dilakukan? Dan bagaimana ia harus melewati hidupnya?

Ia berusaha melanjutkan hidupnya melalui jalan pernikahan. Namun ia tidak akan menemukan orang yang sudi menikahinya. Kecuali ia akan menemukan pendamping yang Jelek Pekertinya. Karena pria yang Baik pekertinya tentu akan melihatnya sebagai WANITA TAK BERHARGA!! Yang suatu saat akan kembali terulang.

Pembaca situslakalaka…
Dalam cerita diatas, sejatinya bukan sang laki-laki yang pandai, tetapi sang gadislah yang terlalu LEMAH untuk memahami muslihat LAKI-LAKI. Sang gadis itu telah membuka hatinya kepada orang lain sebelum ia kemudian membukanya untuk sang suami. …

Kami berani menjamin, akan sangat jarang seorang gadis yang memulai hidupnya dengan petualangan cinta kemudian dapat menikmati sebuah cinta yang mulia lagi terhormat. Yang ada hanyalah keributan demi keributan tentang perkara MASA LALU. Kecemburuan-kecemburuan yang berbuntut PRASANGKA, dan berbagai macam prahara yang memercikkan PETAKA.

Wahai Laki-laki, Sesungguhnya gadis yang kalian rendahkan dan hinakan itu, yang kalian permainkan diri dan jiwanya, dia itu tak lain adalah sosok yang kelak akan menjadi ibu bagi anak-anak kalian, serta senjata untuk menjaga harga diri dan kehormatan kalian. Maka perhatikanlah bagaimana kehidupan kalian bersamanya esok.

Di mana kalian akan menemukan istri-istri yang shalihah di masa datang kehidupan kalian jika kalian merusak para pemudi hari ini…

Kalian jangan heran jika setelah hari ini, kalian tidak mampu lagi mencari istri-istri yang shalihah dan terhormat yang dapat menjaga kehormatan harga diri kalian, yang menjaga kebahagiaan diri dan rumah kalian. Sebab itu semua adalah akibat kejahatan kalian terhadap diri kalian sendiri, dan buah dari apa yang ditanam oleh tangan-tangan kalian sendiri…

Dan andai kalian menjaga masa lalu kaum wanita itu, maka mereka akan menjaga masa kini dan masa depan kalian. Namun kalian telah merusak mereka. Kalian telah membunuh jiwa mereka, hingga kalian kehilangan mereka saat kalian justru membutuhkannya…

WAHAI WANITA, HATI-HATILAH..!!!!! 

SUMBER :  http://situslakalaka.blogspot.com/2011/12/keluh-kesah-wanita-yang-ternoda.html

Ibu, Mengapa Engkau Membuangku?

Diposting oleh Agus Faurizan 0 komentar


بسم الله الرحمن الرحيم
Wonosobo,1993
Pagi itu, Ibu membangunkanku, memandikanku, menyisir rambutku, mendandaniku sedemikian cantik. Aku memakai baju terbagusku, kaos kaki berendaku dan memakai sepatu.

” Kita akan ke Semarang, perjalanan agak jauh, kita mesti bergegas, ” Masih jam 6 pagi ketika kami berjalan menuju terminal Bis.

Jarak rumah kami ke Semarang membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan dan kami harus berganti setidaknya 3 kali Bus untuk sampai tujuan.
***
Aku menangis, berteriak histeris ketika ibu meninggalkanku begitu saja. Ibu pergi berlalu tanpa menoleh lagi padaku.

” Ibu, aku janji tidak akan nakal, aku akan bangun lebih pagi lagi untuk membantumu ibu, dan Aku akan memarut singkong dan memarut kelapa tanpa kau suruh buu, . . . Ibuuuuu”

” Ibu, aku tidak akan mengeluh lagi, Aku tidak akan menangis lagi, walaupun tanganku terkena parut, asal ibu membawaku pulang . . . Ibuuuuuu”

Aku tidak ingat berapa lama berteriak, dan berapa lama menangis, yang kutahu aku tertidur karena kecapaian. Saat ini Aku sangat membenci Ibuku, perempuan yang telah melahirkanku, dan juga telah tega membuangku.
*******
Namaku Putri Shaina, umurku baru 6 tahun saat itu, putri ke-3 dari 5 bersaudara. Setelah Bapakku meninggal dunia dua tahun lalu, Aku dan kedua kakakku harus mau membantu ibu berjualan bubur kacang hijau dan bermacam-macam gorengan di Terminal kecil tak jauh dari rumahku.

Dua bulan yang lalu kakakku Bayu, dijemput orang bermobil untuk dibawa ke Jogjakata. Ibu bilang padaku, Mas Bayu diberikan orang untuk disekolahkan, dan sekarang kenapa Aku juga diberikan orang. Ibu benar-benar jahat dan tidak bertanggungjawab.

Aku diberikan pada keluarga Haryanto, Sebuah keluarga mapan yang sudah 5 tahun ini belum juga dikaruniani seorang momongan.

” Kamu harus menurut pada ibu Nak, harus mau tinggal disini, kamu aman, dan akan bisa bersekolah ,” Itulah kata-kata terakhir Ibu padaku. Dan aku tidak tahu apa maksudnya, yang ada dibenakku Ibu begitu jahat padaku.

Di rumah baru, Putri kecil selalu bangun pagi, mengatur tempat tidur, menyapu kamar kemudian membantu bibik di dapur, setelah itu mandi dan bersiap-siap ke sekolah.

Yang ada dipikiranku saat itu adalah, ” Kalau Aku tidak rajin, Ayah Haryanto dan Bunda Anisa, kedua orang tua baruku akan membuang diriku seperti yang dilakukan oleh Ibu ”

Suatu hari ayah dan Bunda memanggilku, Beliau bercerita panjang dan lebar, Beliau adalah orang tua baruku, dan Aku tidak boleh sungkan padanya. Bunda juga melarangku mengerjakan pekerjaan rumah.

” Bibi yang akan mengerjakan pekerjaan rumah, Putri cukup membersihkan kamar Putri saja, tidak perlu capek ya sayang…”

” Yang Ayah Bunda inginkan adalah, Putri belajar dengan rajin, agar suatu hari nanti putri bisa menjadi seorang dokter.”

Sejak Saat itu , Aku berjanji pada diriku sendiri akan rajin belajar dan menjadi juara kelas, agar Orangtua angkatku menjadi bangga padaku.

Tak terasa 5 tahun telah berlalu, Aku lulus SD dengan nilai yang sempurna. Ayah Bundaku sangat bahagia ketika Aku menerima penghargaan dari Sekolah. Kebahagiaan kami menjadi berlipat ganda ketika bunda bilang bahwa aku akan punya seorang adik dari rahim Bunda. Setelah menunggu selama 10 tahun.

Aku jarang mengingat Ibuku, karena setiap bulan, Bibik selalu membuat masakan yang sama persis dengan buatan Ibuku, khusus buatku. Namun tetap saja , air mataku mengalir, kenapa rindu ini tidak bisa hilang, walau mulutku sering berkata tak perduli dengan Ibu yang membuangku.

” Maaf Non, Bibik Jum ada ??,” Seorang Bapak tua, mencari Bibik sambil membawa sebuah rantang besar.
” Bibik sedang ke Pasar, Bapak perlu sesuatu?? atau silahkan menunggu, “
” Tidak Non, Bapak cuman menitipkan rantang ini buat Bibik, trimakasih ,”

Setelah berpamitan, Bapak tua itupun berlalu. Tanpa kutahu, diseberang jalan sana, Ibu memandangiku dengan pelupuk mata berkaca-kaca.

Aku tidak bisa membendung airmataku, ketika Bibik menceritakan bahwa makanan kesukaanku yang selalu terhidang selama 5 tahun ini adalah kiriman dari Ibu.

Aku sebenarnya ingin engkau datang Ibuuuuu.

***
Jakarta 2000

Keluargaku harus pindah ke Jakarta, Usaha Ayah maju pesat, Ayah dipromosikan menduduki jabatan yang lebih mapan di Jakarta.

Sekarang, Aku sudah tidak bisa merasakan lezatnya masakan Ibu lagi. Selalu saja air mata ini mengalir setiap aku teringat Ibu, ” Kenapa engkau tak menyukaiku Bu, kenapa engkau membuangku ??.” Selalu saja pertanyaan itu yang melintas.

Waktu cepat sekali berlalu, tak terasa aku sudah menyelesaikan SMU, dan lagi-lagi aku memberikan hadiah pada Ayah Bundaku sebuah prestasi nilai yang tertinggi. Aku memenuhi harapan mereka untuk menjadi seorang dokter. Dan akupun menyelesaikannya dalam waktu 6 tahun. Besok aku akan diwisuda.

” Ada tamu untukmu kakak, ” Suara Putra adikku.
” Ayo, cepat turun ke bawah, liat sendiri siapa tamunya . . . “, Tiba-tiba Bunda sudah ada didepanku.

Diruang tamu, Aku tercengang. Ada Ibuku dan kedua saudaraku yang sudah hampir 20 tahun tidak pernah berjumpa.

” Bunda yang mengundang mereka, untuk ikut merasakan kebahagiaan kita, karena Bunda benar-benar bangga punya seorang anak sepertimu Putri . . .”

Bunda mengambil tanganku juga tangan Ibuku, menggenggamnya erat, tangan kami bertiga saling menyentuh. Kulihat air mata Ibu mengalir pelan. Aku tak kuasa melihat air mata ibu, tenggorokanku serasa tercekat, air mataku tak bisa kubendung, aku memeluk ibu, lamaa.....melepas rindu yang telah lama membuncah. Semua terdiam, tetapi hati kami saling bicara. Aku sudah menemukan jawaban dari pertanyaanku selama ini.

Kenapa dulu Ibu membuangku ??.

SUMBER :  http://situslakalaka.blogspot.com/

Menikah adalah Fitrah dan Ibadah

Diposting oleh Agus Faurizan 12.04.2010 0 komentar

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, Rabb semesta alam.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.

“Menikah, adalah fitrah, merupakan ibadah tempat menuai berkah”

Banyak hal yang bisa menjadi motivasi seseorang untuk menikah, ada yang mengatas namakan cinta, sebagai tempat melabuhkan hatinya, belahan jiwa untuk berbagi suka dan duka, sebagai sarana meneruskan keturunan, untuk menyalurkan hasrat manusiawinya, dan lain sebagainya. Semua itu tentu tidaklah salah, karena memang hanya dengan menikahlah hal itu menjadi halal, legal, bermartabat dan terhormat.

Namun apakah hanya sampai disitu nilai sebuah pernikahan? Tentu saja tidak, karena sepasang burung pun melakukannya, mereka bahu membahu membangun sarangnya, bergantian mengerami telurnya, setiap pagi induknya mencari makan untuk anak-anaknya hingga mereka bisa terbang dan sanggup mencari makan sendiri. Subhanallah burung-burung itu telah mengajarkan arti kehidupan pada kita.

Rasulullah, teladan kita yang mulia telah mengajarkan bahwa menikah itu adalah ibadah. Kita sering mendengar pernyataan seperti itu, tapi apakah kita benar-benar memahaminya. Allahu’alam. Sungguh dibalik pernyataan sederhana itu terdapat banyak hikmah yang harus selalu kita gali, kita renungi, kita patri dalam hati, dan semoga bisa menjadi penghias diri, sebagai bekal di hari nanti.

Menikah itu ibadah, tidaklah Allah menciptakan diri ini melainkan hanya untuk beribadah kepadaNya. Seluruh gerak kita sepatutnya kita niatkan untuk beribadah kepadaNya. Seluruh khilaf kita sepatutnya kita mohonkan ampun padaNya. Seluruh nikmat yang kita dapat sepatutnya kita syukuri dengan memuji namaNya. Setiap ujian yang datang sepatutnya kita hanya memohon pertolonganNya.

Menikah itu ibadah, karena kecintaan kita pada istri akan mendorong kita untuk membimbingnya pada kebaikan yang akan menghadirkan kecintaan Allah pada keluarga kita. Adakah cinta yang lebih patut kita harapkan dari cintanya Sang Maha Pencinta. Ketika suami istri saling menggenggam tangan, maka berguguranlah dosa-dosa mereka dari sela-sela jari. Adakah yang lebih beruntung dari orang-orang yang diampuni dosanya. Ketika istri dapat menyenangkan suaminya sehingga suaminya ridho, maka dibukalah pintu-pintu surga agar dia dapat memasukinya dari manapun dia suka. Subhanallah.

Menikah itu ibadah, Allah akan menolong hambaNya yang menikah karena ingin menjaga diri dari perbuatan zina. Jikalau menikah itu hanya untuk menyalurkan hasrat seksualnya, bukanlah tidak mungkin jika belum terpuaskan hasratnya dia akan mencari pelampiasan lain yang tidak halal. Maka jangan heran kalau kita pernah mendengar seorang aktifis dakwah yang berselingkuh dengan tetangganya, naudzubillah. Sungguh mulia ketika Rasulullah mengatakan menikah itu akan menjaga kehormatan kita, beliau tidak mengatakan bahwa menikah itu akan menjadi tempat menyalurkan hasrat kita. Meskipun pelaksanaannya sama sungguh nilainya sangat jauh berbeda, Allahu Akbar.

Menikah itu ibadah, insyAllah kita akan diamanahkan anak-anak yang akan menjadi hiburan bagi orang tuanya, ia nya adalah rizqi dari Allah sebagai pengikat hati orang tua. Membinanya bukanlah suatu beban melainkan sebuah amanah indah yang harus kita tunaikan, karena kebaikan dan doanya akan menjadi deposito pahala yang tak pernah putus hingga kita tiada. Maka bersyukurlah pada Allah atas segala nikmat yang bahkan kita tidak mengetahuinya.

Menikah itu ibadah, maka syaitan akan mengerahkan seluruh bala tentaranya untuk menghalang-halangi setiap usaha anak manusia untuk melaksanakan dan mempertahankan pernikahan. Pernikahan yang penuh barokah adalah benteng iman yang paling kokoh, melindungi orang-orang di dalamnya dari gempuran hizbu syaitan yang kian dahsyat di saat kiamat sudah dekat. Karena berarti realisasi janji syaitan untuk membawa pengikut sebanyak-banyaknya semakin mendekati dead line. Selain berharap hanya pada pertolongan Allah, dituntut kesabaran dan keikhlasan kita dalam mengarungi bahtera yang kadang bergelombang dan berbadai ini.

Menikah itu ibadah, tapi menikah bukanlah puncak prestasi yang patut kita bangga-banggakan, janganlah sampai kita merasa diri lebih baik dari orang lain karena kita sudah menikah. Marilah kita berlindung pada Allah dari tipu daya syaitan seperti ini. Sepatutnya pernikahan itu menjadi sebuah madrasah, media dakwah dan tarbiyah. Menjadikan kita semakin merasakan Kebesaran Allah, menjadikan tumbuhnya cinta dan kasih sayang semakin menjauhkannya dari hubbud dunya, membuat kita semakin mengerti akan kegelisahan saudara kita. Sehingga keberkahannya akan beresonansi pada orang-orang di sekitarnya.

Wallahu alam bish-shawab…

Semoga bermanfaat..
Amieeeen..

Sumber : Yahoo Groups

~ oleh azzaam di/pada 13 Oktober 2010.

Dahsyatnya Sedekah

Diposting oleh Agus Faurizan 11.15.2010 0 komentar

Dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :

Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?” Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?”

Allah yang Mahasuci menjawab, “Ada, yaitu api” (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?”

Allah yang Mahaagung menjawab, “Ada, yaitu air” (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?” Kembali bertanya para malaikat.

Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”

Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.”

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.

Apalagi kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas? Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di kurs-kursi di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka itu, ya kedua akhwat itulah. Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan menangis tersedu-sedu penuh syukur.

Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat tidak kurang suatu apa? Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir.

Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari fadhilah (keutamaan) bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. Allah Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin amalan yang dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira.

Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa. Demi Allah, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.

Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya.

Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261).

Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, “Ya, Rasulullah. Harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah.”

“Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan,” jawab Rasulullah.

Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. “Ya, Rasulullah. Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya,” ujarnya.

Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut? Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tidak ada yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekiranya gugur di tangan musuh, surga Jannatu naÃÊm telah siap menanti para hamba Allah yang selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun, pastilah dengan membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq!

Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah? Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan, sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, seperti yang dikemukakan di awal tulisan ini.

***

Oleh: K.H. Abdullah Gymnastiar

Sujud Bikin Cerdas

Diposting oleh Agus Faurizan 0 komentar


Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!

Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?

TAKBIRATUL IHRAM

Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

RUKUK

Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’TIDAL

Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

SUJUD

Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah

mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

DUDUK

Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.

Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar-dalam.

PACU KECERDASAN

Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.

Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR

Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN

Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi.

Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

PERBAIKI KESUBURAN

Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum.

Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.

Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

AWET MUDA

Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada kekencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya. Wassalam,

Copyright by : ervakurniawan.wordpress.com